• Quthaibah Abdul Ghani Mahmud: Cintai Al-Qur'an dan Ukhuwah Islamiyah.

    Senin, 1 Zulhijjah 1439 H/13 Agustus 2018 M 11:12:03 WIB

    KAJIANMEDAN -- Santri Cilik dari Negeri Syam Palestina Quthaibah Abdul Ghani Mahmud berpesan untuk mencintai Al-Qur'an dan meningkatkan Ukhuwah Islamiyah.

    Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Roadshow Silaturahmi terakhirnya yang digelar di Mesjid Nur Abyadh, Jalan Tapian Nauli Ringroad Ahad (12-08-08), ba'da Dzuhur.

    Diketahui, Roadshow Silaturahmi ini diadakan oleh DT Peduli yang sebelumnya juga sudah digelar di beberapa Mesjid dan Sekolah Pendidikan di Medan dari Jum'at (10-08-08) kemaren.

    "Ukhuwah islamiyah yang menyatukan kita walaupun sebelumnya belum pernah kita berjumpa. Tapi karena kita mempunyai Allah yang sama kita semua adalah bersaudara,"ujar ustad Yatzen.

    Ustat Yatzen yang menjadi penerjemah bahasa Santri Cilik Qhutaibah yang belum bisa berbahasa Indonesia.

    "Quthaibah masih 3 minggu berada di indonesia belum mengerti bahasanya, saya bantuin untuk menerjemahkannya. Adek-adek gimana kabarnya? udah pada berapa ini usianya, ada gak yang usianya 11 tahun disini, "katanya mengenalkan sosok santri cilik tersebut dihadapan peserta yang kebanyakan juga berhadir dari anak-anak.

    Adek Qhutaibah ini lanjutnya menceritakan, usianya sekarang masih 11 tahun dan sudah berhasil menghafal al-qur'an 10 juz. Padahal kondisinya sedang berjuang melawan ketakutannya, keresahan, kelaparan disana, sedangkan adek-adek disini yang tak ada masalah tapi belum mau manghafal Al-Qur'an.

    "Kita berdoa, semoga banyak yang cinta al-qur'an disini dan adek-adek ini kita harapkan banyak jadi penghafal qur'an nantinya,"ujarnya.

    Qhutaibah saat ini adalah Santri Cilik di Tahfidz Daarut Tauhiid Gaza Palestina, dia salah satu dari beberapa lainnya yang meraskan kekejaman orang-orang Israel.

    Qhutaibah menceritakan awal mulanya dia menghafal Al-Quran bersama ibunya di usianya yang masih berumur 4 tahun.

    "Ibunya dan ayahnya adalah hafal qur'an 30 juz, waktu umur 4 tahun bersama ibunya pertama menghafal al-qur'an. Dulu mereka tinggal di salah satu tempat (kampung) di palestina yang sekarang sudah dikuasai oleh israel.

    Kata ibunya (Qhutaibah) orang-orang israel sudah dari dulu kejam mereka sangat sombong karena mereka didukung negara lain yang menginginkan palestina,"katanya menceritakan cerita ibunya dulu.

    Diakhir ceritanya, "Santri cilik (Qhutaibah) berharap sesama muslim harus saling menguatkan persaudaraannya dan saling membantu satu sama lainnya,"ajaknya.


    Reporter : Sahrul R

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru