• Sosok Insprisasi Santri Cilik Asal Negeri Syam.

    Senin, 1 Zulhijjah 1439 H/13 Agustus 2018 M 09:18:03 WIB

    KAJIANMEDAN -- Sosok yang begitu menginspirasi Qhutaibah Abdul Ghani Mahmud Santri Cilik Tahfidz Daarut Tauhiid Gaza Palestina ini. Pasalnya diusianya yang masih tergolong muda sudah berhasil menghafal Al-Qur'an hingga 10 juz.

    Ahad (12-08-08), ba'da Sholat dzuhur di Mesjid Nur Abyadh, Jalan Tapian Nauli Ringroad. Roadshow Silaturahmi Santri Cilik dari Negeri Syam yang diadakan oleh DT Peduli adalah yang terakhir.

    "Ini jadwal roadshow terakhir kita, habis ini syaikh santri cilik akan kembali ke negeri syam. Ucapan syukur kita ada jalan bertemu dengannya, semoga kita dapat mengambil setiap pelajaran,"kata salah satu pengurus dt peduli saat membuka kegiatan roadshow di mesjid nur abyadh.

    Ustad Yatzen yang menjadi penerjemah mulai menceritakan tentang sosok Santri Cilik ini.

    Qhutaibah berusia 11 tahun kecintaannya terhadap Al-Qur'an membuatnya tetap semangat menjalani hidup. Meski hatinya terkadang dalam ketakutan dan keresahan terhadap akan datangnya tindakan kekejaman orang-orang Israel.

    Qhutaibah dahulu tinggal bersama keluarganya di sebuah tempat (kampung) di Palestina. Ayah dan Ibunya adalah seorang penghafal Al-Qur'an 30 juz.

    "Saya (Qhutaibah) menghafal sama ibu pertamanya waktu umur 4 tahun, ibu hafal 30 juz dan ayahnya juga. Sebelum kekejaman orang-orang israel berhasil menghancurkan hidup keluarnganya,"Cerita kehidupan sebelum masuk tahfidz daarut.

    Qhutaibah ingin menjelaskan kembali cerita yang pernah ibundanya sampaikan kepadanya beberapa tahun yang lalu. Kata ibundanya sudah dari dulu Israel itu sangat kejam, mereka semena-mena dengan didukung dan dibantu oleh negara-negara lain yang menginginkan negeri kita (Palestina).

    "Israel merebut sebagian tempat kita dengan kekuasaannya dan kemenangannya mereka sangat sombong akan keberhasilannya, mereka karena dibantu negara lain. Sedangkan kita tak banyak yang membantu,"terang Ustad Yatzen yang menerjemahkan bahasa Qhutaibah.

    Ustad Yatzen pun menyampaikan pesan dari Qhutaibah,"Kami sangat cinta al-qur'an dan negeri kami (palestina), kami berharap saudara-saudara kami dimana pun untuk membantu kami yang sedang dalam perjuangan,"tuturnya.

    Diakhir kegiatan Santri Cilik Qhutaibah melantunkan beberapa ayat suci Al-Qur-an dengan suara merdu-Nya.

    Reporter : Sahrul R.

Bagikan : Google Facebook Twitter