• Persatuan Ulama Muslim Desak Saudi dan UEA Lepaskan Ulama

    Kamis, 1 Jumadil Awwal 1439 H/18 Januari 2018 M 08:30:05 WIB

    KAJIANMEDAN.ID -- Ittihad Al-‘Alami Li Ulama Muslim (International Union for Muslim Scholars atau disingkat IUMS), Rabu (17/01), mendesak pembeban ulama dan dai yang ditahan oleh pemerintah Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Desakan ini disampaikan setelah kabar dilarikannya Syaikh Salman Al-Audah dari penjara isolasi di Jeddah ke rumah sakit akibat kondisi kesehatan yang memburuk.

    Lembaga yang diketahui Syaikh Yusuf Al-Qardhawi itu itu mengatakan dalam pernyataannya, IUMS terus memantau keadaan sekelompok ulama dan dai yang ditahan di penjara Kerajaan Saudi dan UEA. Mereka ditahan tanpa tuduhan yang jelas. Mereka hanya menyampaikan pandangan dan sikap yang berbeda dengan Negara.

    Pernyataan itu melanjutkan, apa yang mereka sampaikan bagian dari kewajiban menyampaikan risalah dan tuntutan Islam. Hal itu sebagai mana sabda Rasulullah bahwa agama adalah nasihat. Baik bagi Allah, Rasul, pemimpin Islam dan seluruhnya.

    IUMS meminta para ulama dan dai yang ditahan itu dibebaskan. Pemerintah Saudi dan UEA akan bertanggung jawab di hadapan Allah atas penangkapan itu.

    Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah putra Syaikh Salman Al-Audah, Abdullah Al-Audah, mengabarkan ayahnya dilarikan ke rumah sakit setelah kesehatannya memburuk. IUMS mengomentari kabar yang disampaikan Abdullah itu di Twitter, “seharusnya ulama dihormati bukan dipenjara. Karena mereka adalah pewaris nabi”.

    Syaikh Salman ditangkap setelah menulis status di Twitter yang mendoakan perdamaian antara pemerintah Saudi dan Qatar, yang saat itu memanas. Akibat status itu, ia dijemput dirumahnya dan ditempatkan di sel isolasi di penjara di Jeddah.

    Arab Saudi dan Negara Teluk memblokade Qatar karena dituduh mendukung “teroris”. Teroris yang dimaksud adalah Hamas dan Ikhwanul Muslimin serta gerakan Islam lainnya. Langkah Saudi CS itu membuat kawasan Timur Tengah tidak stabil.

    Sumber: Kiblat.net

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru