• Baitul Maqdis, Riwayatmu Dulu, Kini, dan Nanti

    Senin, 22 Rabiul Awwal 1439 H/11 Desember 2017 M 10:20:28 WIB

    KAJIANMEDAN.ID -- Dialah tempat yang disebut dengan berbagai nama. Orang Yahudi menyebutnya sebagai Har Ha Bayit (Bait Suci), orang Nasrani menyebutnya Bait Allah atau Bait Suci. Sedangkan orang Islam menyebutnya sebagai Masjidil Aqsa (Masjid yang jauh) atau Baitul Maqdis (Bait Suci). Sejarah tiga agama samawi ini memang tidak bisa lepas dari Bait Suci ini.

    Bahkan bagi orang Yahudi, ini adalah tempat yang paling suci. Sedangkan bagi orang Islam ini adalah satu dari tiga masjid suci dan merupakan kiblat pertama.

    Kompleks suci yang juga disebut Al Haram Asy Syarief atau Temple Mount ini berdiri di Kota Jerusalem (Darussalam), tanah yang juga disucikan sekaligus diperebutkan tiga agama. Jerusalem berarti negeri yang damai, tapi ironisnya dari dulu sampai sekarang konflik terus bergejolak di sana.

    Bait Suci ini dibangun secara sederhana oleh Nabi Yakub AS (Jacob) alias Israel. Dalam hadisnya Rasulullah Muhammad SAW mengungkapkan bahwa pembangunan Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa ini dilakukan 40 tahun setelah Nabi Ibrahim (Abraham) membangun Ka'bah atau Masjidil Haram di Mekkah, yang merupakan tempat ibadah pertama di bumi yang awalnya diinisiasi Nabi Adam AS.

    Pembangunan Bait Suci atau Bait Allah secara megah dilakukan oleh nabi sekaligus raja yang kaya raya yaitu Sulaiman AS (Solomon). Orang Israel atau yahudi mengenal bagunan ini sebagai Bait Suci Pertama (First Temple). Orang Islam menyebutnya sebagai Masjid Al Aqsa. Masjid artinya tempat bersujud. Dalam keyakinan Islam, semua nabi membawa agama tauhid atau Islam (agama yang berserah diri total pada Allah) dan beribadahnya sujud (walau namanya waktu itu bukan sholat, dan sampai sekarang masih ada aliran Yahudi dan Nasrani yang ibadahnya mirip sholat).

    Bangunan ini bertahan sampai tahun 586 SM, sebelum dihancurkan oleh bangsa Babilonia yang dipimpin Nebukadnezar. Selain menghancurkan bangunan suci, Bangsa Babilonia juga mengusir bangsa Israel dari Jerusalem.

    Lalu pada 536-513 SM bangsa Israel yang kembali dari pembuangan membangun kembali Bait Suci yang oleh orang Yahudi dikenal sebagai Second Temple (Bait Suci Kedua). Lalu Herodes Agung merenovasi pada tahun 19 SM. Tapi bangunan suci ini kembali hancur di tangan Bangsa Romawi pada tahun 70 M. Versi lain, orang Yahudi sendiri yang menghancurkan agar tidak bangunan suci itu tidak tercemar oleh bangsa Romawi.

    Pada tahun 530 M, Kaisar Yustinianus membangun gereja di lokasi itu untuk Bunda Maria. Namun dihancurkan oleh Kaisar Khosrau II pada awal abad ke-7 M.

    Pada pada tahun 637 M, pasukan Islam mengambil alih Jerusalem dari penguasaan Bizantium. Khalifah Umar bin Khatab kemudian masuk Jerusalem dan menuju ke lokasi Bait Suci. Ternyata yang didapati adalah lautan sampah. Reruntuhan Bait Suci ini bertahun-tahun dijadikan tempat pembuangan sampah oleh orang Nasrani sebagai penghinaan pada orang Yahudi.
    Lalu Khalifah Umar dan pasukan Islam membersihan tempat itu dan membangun kembali Baitul Maqdis. Sebab inilah Masjidil Aqsa, salah satu masjid tersuci, tempat Rasulullah Mi'raj, dan kiblat pertama umat muslim.

    Pada tahun 687 - 691 M Khalifah Bani Umayyah Abdul Malik bin Marwan dan anaknya Al Walid bin Abdul Malik membangun Baitul Maqdis. Tapi Masjidil Aqsa ini hancur tahun 746 M karena gempa.

    Saat Bani Abbasiyah berkuasa di dunia Islam menggantikan Bani Umayyah, Khalifah Al Mansur kembali membangun masjid ini pada tahun 754 M. Ternyata gempa terjadi lagi pada tahun 1033 M. Lalu pada tahun 1034 M Khalifah Fatimiyah Ali Azh Zhahir merenovasi kembali.

    Setelah Paus Urbanus II menyerukan perebutan kembali tanah suci dan terjadi Perang Salib, Jerusalem lalu dikuasai oleh Pasukan Salib pada tahun 1099 M. Orang Islam dan Yahudi dibantai dan terusir dari sana. Mereka kemudian menggunakan Baitul Maqdis sebagai gereja, istana, dan kandang kuda. Kawasan ini juga sempat menjadi markas Ksatria Templar.

    Salahudin Al Ayubi alias Sultan Saladin kemudian mengepung dan merebut kembali Jerusalem pada 1187 M. Salahudin kemudian kembali memfungsikan Baitul Maqdis sebagai Masjidil Aqsa seperti semula. Di juga kembali memperbolehkan orang Yahudi dan Nasrani tinggal dan beribadah di Jerusalem, sebagaimana dilakukan penguasa Islam sebelumnya.

    Waktu terus berjalan, Jerusalem dan tanah Palestina terus dalam penguasaan pemerintahan Islam, sampai akhirnya Kekhalifahan Turki Utsmani runtuh. Lalu tanah Palestina dikuasai oleh Otoritas Britania. Saat itu orang Yahudi yang dibantai di Eropa dan wilayah lainnya mulai datang mengungsi ke tanah suci. Benih-benih Negara Zionis Israel mulai tumbuh. Pelan tapi pasti menggerogoti tanah warga Palestina. Baitul Maqdis dan Kota Tua Jerusalem tetap dalam penguasaan Majelis Muslim Yerusalem.

    Pada tahun 1948 diplokamirkan pendirian Negara Zionis Israel. Negara yang berdaskan agama Yahudi ini kemudian menjajah tanah Palestina yang bagi mereka adalah tanah yang dijanjikan dan menggusuri penduduknya (Islam maupun Kristen), dan mencaploki wilayahnya, termasuk Jerusalem. Pembagian wilayah dan peringatan dari PBB pun tak diindahkannya.

    Salah satu yang terus coba dikuasai oleh Israel adalah Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa. Israel dan kelompok Yahudi radikal terus berusaha merebut Bait Suci ini. Meski dalam kesepakatan internasional status quo Masjidil Aqsa adalah milik muslim dan berada di bawah Otoritas Wakaf Jordania. Dalam staus quo ini, umat Yahudi dan Nasrani boleh berkunjung ke Bait Suci namun tidak untuk beribadah di dalamnya. Untuk beribadah, bagi Umat Yahudi ada Tembok Ratapan, yang diyakini mereka adalah sisa dari Bait Suci Kedua (yang oleh orang Islam diyakini sebagai tempat Rasulullah memarkir Buraq, kendaraan saat Isra' Mi'raj).

    Setelah melalui pengkajian dan perdebatan berbagai ahli sejarah dan lainnya yang mewakili Israel, Palestina, dan pihak lain, Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO) pun telah memutuskan Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa sebagai warisan budaya Islam, situs suci, sekaligus tempat ibadah umat Islam.

    Meski dalam praktiknya polisi dan tentara Israel terus mengontrol tempat tersebut. Ini yang membuat Yordania, Amerika Serikat dan Israel pada 2014 mempertegas status quo itu. Kesepakatan itu mempertegas bahwa tidak ada larangan beribadah di Al-Aqsha bagi seluruh Muslim. Israel tidak boleh menghalang-halangi apalagi menguasai.

    Ini yang membuat muslim Palestina marah saat baru-baru ini Israel melarang akses ke Masjidil Aqsa dan memasang detektor logam. Bukan soal detektor logamnya, tapi kontrol atas kawasan ini yang diprotes umat Islam.
    PM Benjamin Netanyahu baru-baru ini mengatakan tak akan mengubah status quo itu. Tapi kalangan yahudi garis keras terus berusaha menguasai. Menteri Keamanan Umum Israel Gilad Erdan mengklaim bahwa Israel adalah pemilik tunggal Kota Tua Yerusalem di mana kompleks Masjid al-Aqsa berada di dalamnya. Menurutnya, keputusan menutup dan membuka kompleks itu sepenuhnya hak pemerintah Israel.

    Israel yang dipimpin Ariel Sharon bersama ribuan aparat pernah menunjukkan simbol menguasai Masjidil Aqsa dan membuat kisruh di sana pada tahun 2000 hingga memicu intifada kedua. Sebelumnya saat Israel berhasil mencaplok Jerusalem, pasukan Israel juga sempat menacak-acak komplek Masjidil Aqsa dan Mushola Qibly (mushola di komplek Masjidil Aqsa, berkubah hitam, yang selama ini banyak yang salah kaprah cuma ini Masjid Al Aqsa), serta membuat musnah mimbar Salahudin Al Ayubi.

    Mengapa Yahudi ngotot ingin menguasai Baitul Maqdis? Ya karena mereka ingin membangun Bait Suci Ketiga (Third Temple) di atas Masjidil Aqsa. Tentunya dengan meratakan lebih dahulu Masjidil Aqsa. Sudah ada banyak organisasi di Israel yang membidangi masalah ini dan sudah menyiapkan rancangan bangunannya dan strategi mendirikannya.

    Maka hari ini dan kedepan, Israel dan yahudi garis keras tidak akan berhenti merongrong Masjidil Aqsa sampai Bait Suci Ketiga mereka berdiri. Di sini lain, umat Islam juga tidak akan berhenti menjaga Masjidil Aqsa, masjid suci mereka. Pemaksaan pembangunan Bait Suci Ketiga itu bisa memicu intifada ketiga, bahkan perang agama dunia.

    Dengan situasi seperti ini, tampaknya konflik memperebutkan Bait Suci akan terus terjadi, dan kedamaian sepertinya masih akan sulit hadir di "tanah yang damai" itu.

     Sumber: Republika

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru