• 7 Anjuran bagi Seorang Muadzin

    Jum'at, 5 Rabiul Awwal 1439 H/24 November 2017 M 09:59:29 WIB
     
    KAJIANMEDAN.ID -- Menjadi seorang muadzin, ada hal-hal yang dianjurkan atau di sunnahkan ketika mengumandangkan adzan. Berikut ini hal-hal yang dianjurkan ketika adzan yaitu: pertama, mengumandangkan adzan dalam keadaan atau kondisi suci. Adapun hadits yang menyatakan bahwa tidak sah mengumandangkan adzan kecuali orang yang berwudhu adalah hadits yang tidak shahih. Seluruh fuqaha’ sepakat, jika muadzin mengumandangkan adzan dalam keadaan berhadats kecil, maka adzan nya mencukupi. Demikian pula jika muadzin dalam keadaan junub, maka adzan nya sah menurut pendapat yang shahih. Karena tidak ada dalil yang melarangnya. Lagi pula orang yang junub itu tidak najis. Namun Ahmad dan Ishaq melarangnya. [Lihat Kitab Al-Ausath (III/28)].
     
    Kedua, dianjurkan dalam keadaan berdiri. Para ulama tidak berbeda pendapat tentang disunnahkan nya bagi muadzin untuk berdiri ketika mengumandangkan adzan, kecuali jika dalam keadaan sakit. Jika demikian kondisinya, maka boleh ia adzan sambil duduk. Namun Imam Malik, Al-Auza’i dan Ashhabur Ra’yi menilai makruh mengumandangkan adzan sambil duduk secara mutlak. [Lihat Kitab Al-Ausath (III/40)]. Ketiga dianjurkan pula untuk menghadap Kiblat.
    Para ulama sepakat bahwa disunnahkan adzan menghadap kiblat. Ada sejumlah hadits yang meriwayatkan mengenai masalah ini, namun hadits-hadits tersebut masih diperbincangkan. Diantaranya ada yang diriwayat dari Ibnu Zaid bahwa ia melihat malaikat mengumandangkan adzan dengan menghadap kiblat. [Lihat Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Irwa’ Al-Ghalil (I/250)].
     
    Anjuran keempat adalah, memasukkan dua jarinya ke telinganya. Berdasarkan hadits Abu Juhaifah, ia berkata: “Aku melihat Bilal mengumandangkan adzan sambil berputar, yang diikuti oleh mulutnya ke sana dan ke mari, sementara jari tangannya berada di telinganya.” [hadits shahih diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (197) dan Ahmad (IV/308). Lihat Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Irwa’ Al-Ghalil (230)]. Anjuran kelima, muadzin menggabungkan dua takbir. Berdasarkan hadits Umar Bin Khaththab, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “apabila muadzin mengatakan ; Allahu akbar-allahu akbar, maka ucapkanlah: allahu akbaru allahu akbar. Kemudian apabila muadzin mengatakan: asyahadu allaa ilaaha illallah, maka ucapkanlah: asyhadu allaa ilaaha illallah...” [Hadits shahih diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Dawud]. Berdasarkan konteksnya, maka hadits ini menunjukkan bahwa muadzin menggabungkan tiap-tiap dua takbir, dan yang mendengarkan juga menjawabnya seperti itu.  [Lihat Imam An-Nawawi, Syarah Muslim (III/79)].
     
    Keenam, menolehkan kepala ke kanan ketika mengucapkan hayya ‘alash shalah dan ke kiri ketika mengucapkan hayya ‘alal falah.
    Berdasarkan hadits Abu Juhaifah bahwa ia melihat Bilal yang sedang adzan, seraya berkata; “maka aku pun mengikuti gerakannya ke sana ke mari (ke kanan dan ke kiri)” [Hadits shahih diriwayatkan oleh Al – Bukhari 
    dan Muslim]. Oleh karena itu, disunnahkan menoleh kepala ke kanan dan ke kiri serta badan tetap menghadap kiblat. Hal ini menurut pendapat jumhur ulama. Berbeda halnya dengan Imam Malik yang mengingkari perbuatan tersebut. Sementara Imam Ahmad dan Ishaq membatasi bahwa itu berlaku untuk muadzin yang mengumandangkannya di atas menara agar suaranya terdengar oleh banyak orang. [Lihat kitab Al-Ausath (III/26-27)]. 
     
    Anjuran ketujuh, dianjurkan melantunkan tatswib (ash shalatu khairum minan naum) sebanyak dua kali setelah mengucapkan hai’alatain ketika adzan pertama sebelum shubuh. Menurut jumhur ulama bahwa ucapan tersebut disunnahkan. Berdasarkan hadits Abu Mahdzurah yang di dalam nya disebutkan “ash shalatu khairum minan naum - ash shalatu khairum minan naum...” [seluruh jalurnya hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ahmad. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam takhrij kitab Al – Misykah (645)]. (Muhammad Arif)
     
    *Disari dari Kajian Rutin Rabu, Ustad Joko Abu Aliyah, Tema Bab Kajian Fiqih, 22 November 2017, 17.00-18.00, Masjid FMIPA USU.

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru