• Memahami Perintah Allah

    Jum'at, 27 Safar 1439 H/17 November 2017 M 10:38:13 WIB

    KAJIANMEDAN.ID -- Perintah adalah suatu yang harus dilakukan. Begitupun dengan perintah Allah subanahu wa ta’ala.

    Perintah Allah adalah apa yang telah diperintahkan oleh-Nya melalui Firman-firman-Nya dan para Nabi-Nya untuk membantu menjalani kehidupan di dunia yang mana akan menuntunya pada akhirat-Nya nanti.

    Perintah Allah yang kita ketahui secara umum adalah untuk sholat, puasa, zakat, dan lain-lainnya. Tetapi tahukah, bahwa perintah Allah tebagi menjadi dua yaitu, perintah Kaunniyah (alam) dan perintah Syair’I (syariat).

    Dalam buku Ensiklopedia Islam Al Kamil yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijiri, dijelaskan dua perintah tersebut,

    1. Perintah Kaunniyah (alam) adalah perintah yang harus terjadi dan tidak mungkin seorang hamba melanggarnya. Perintah Allah langsung yang mesti terjadi, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala, Dan perintah Kaunniyah terbagi tiga macam,

    •   Perintah penciptaan dan pengadaan, yaitu berasal dari Allah kepada semua makhluk-Nya.
    “Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.”(QS. Az Zumar: 62)

    •  Perintah keabdian, yaitu perintah Allah kepada makhluk untuk tetap dalam sunnah kaunniyah-Nya
    “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).”(QS. Ar Rum: 25)
    •  Perintah untuk berbuat manfaat, menolak bahaya, bergerak, diam, hidup, dan mati, yaitu perintah Allah kepada semua makhluk.

    “Dialah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.”(QS. Al Mu’min: 68)

    2. Perintah Syari’I atau syariat adalah perintah yang kadang terjadi dan terkadang dilanggar hamba  tentunya atas izin-Nya. Perintah syariat yang hanya Allah peruntukan bagi dua makhluk, yaitu manusia dan jin. Syariat tersebut beruap agama mencangkup,
    •  Keimanan kepada Allah subhanhau wa ta’ala.
    •  Perintah untuk beribadah yang telah ditetapkan.
    •  Muamalah, yaitu semua kegiatan yang berhubungan dengan tata cara hidup makhlun-nya untuk memenuhi kebutuhannya di dunia. Seperti, jual beli, dan lain-lain.
    •  Hubungan sosial antar sesama makhluk.
    •  Akhlak seorang hamba yang harus dipenuhi.

     

    Sumber: Republika

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru