• Berbicara Saat Khubah Jumat Berlangsung, Apa Hukumnya?

    Jum'at, 13 Safar 1439 H/3 November 2017 M 11:35:19 WIB

    KAJIANMEDAN.ID -- Salah satu adab yang harus diperhatikan ketika mendengarkan khutbah di hari Jumat adalah diam mendengarkan khutbah. Gerakan apa pun yang mengganggu kita saat mendegarkan khutbah menjadi terlarang. Tidak diperbolehkan berbicara saat khutbah sedang berlangsung, bahkan berkata diam sekalipun kepada jamaah lain yang berada di sekitar.

    Dalam sebuah riwayat, Abu Darda` R.A mengisahkan, “Pada suatu hari (hari Jumat), Nabi Shalallâhu’Alaihi wa Sallam duduk di atas mimbar, beliau memberikan petuah kepada segenap manusia dan membacakan ayat Al-Qur`an. Saat itu, Ubay bin Ka’ab berada di samping saya, lantas saya pun bertanya kepada Ubay, ‘Wahai Ubay, kapankah ayat ini (yang dibacakan Rasulullah) turun?’ Tetapi Ubay tidak menyahut dan enggan berbicara dengan saya.

    Kemudian saya bertanya lagi, tetapi ia tetap tidak melayani perbuatan saya. Sampai ketika Rasulullah Shalallâhu’Alaihi wa Sallam turun dari atas mimbar. Lantas Ubay pun berkata kepada saya, ‘Yang kamu peroleh dari shalat Jumatmu hanyalah kesia-siaan belaka.’ Dan ketika Rasulullah SAW beranjak keluar, saya menghampirinya dan memberitahukan perihal yang dikatakan oleh Ubay tersebut. Maka beliau bersabda, ‘Ubay benar. Maka jika engkau mendengar imammu sedang membacakan khutbah, maka diamlah hingga ia selesai berkhutbah’.” (Imam Ahmad dan Ibnu Majah)

    Dalam riwayat lain, Abu Hurairah menyampaikan bahwa Nabi Muhammad Shalallâhu’Alaihi wa Sallam bersabda:

    “Jika kamu berkata kepada temanmu, ‘Diamlah!’ Pada hari Jumat dikala imam sedang berkhutbah, maka engkau telah berbuat sia-sia.” (HR Al-Jamaah).

    Riwayat di atas menjadi sandaran para ulama dalam menetapkan hukum wajibnya diam saat mendengarkan khutbah.

    Ibnu Abdil Barr mengatakan, “Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ahli fikih, mengenai wajibnya diam saat mendengar khutbah bagi orang yang mendengarnya.” (Al-Istidzkâr: V/43)

    Namun setelah itu, ia menyebutkan ada perbedaan pendapat di kalangan sebagian Ahli Fikih Mutaakhirin. Semoga saja, yang demikian tidak termasuk perbedaan pendapat yang bisa menyalahi nash yang sudah ada.

    Sebenarnya mazhab Syafi’i tidak sependapat dalam hal ini, yaitu ketika mereka mengatakan diam ialah sunah dan bukan wajib. Imam Nawawi menyebutkan, “Terdapat dua pendapat yang masyhur di kalangan ahli  fikih mazhab Syafi’i mengenai hukum diam. Pendapat yang shahih dari keduanya, maksudnya menurut pendapat mazhab, hukum diam ialah sunah dan tidak wajib.”

    Lantas, Imam Nawawi meriwayatkan kesepakatan mazhab di kalangan ahli fikih yang membenarkan pendapat ini, dan menyatakan pendapat yang mewajibkannya ialah pendapat yang nyleneh. (Al-Majmû’: IV/523)

    Menurut satu riwayat dari Imam Ahmad dikatakan, “Berbicara dikala khutbah tidaklah haram.” Riwayat ini disebutkan dalam Al-Mughni(Al-Mughni: III/194)

    Jumhur ulama dan selain mereka berpendapat, “Haram hukumnya bercakap-cakap ketika khutbah sedang berlangsung. Diam hukumnya ialah wajib.”

    Sementara itu, mazhab Hanafi menyebutkan, “Bercakap-cakap dikala khutbah dibacakan hukumnya makruh yang mengarah pada pelarangan, meskipun yang diucapkan amar makruf, tasbih, atau yang lainnya.” (Al-bahrur-Râ`iq, II/168)

    Di dalam Al-Mudawwanah disebutkan, “Apabila imam telah berdiri untuk membacakan khutbah, saat itu wajib hukumnya berhenti bercakap-cakap, menghadap sang imam, dan berdiam diri.” (Mauhibul-Jalîl: II/530)

    Di dalam Kassyâful Qanâ’ juga disebutkan, “Haram hukumnya bercakap-cakap dalam dua khutbah Jumat ketika imam sedang berkhutbah, meskipun sang imam bukanlah tipe orang yang bersikap adil. Sebab, Allah telah berfirman: 

    ‘Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.‘ (QS. Al-A’râf: 204).

    Selain itu, juga sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, ‘Barangsiapa yang mengatakan, ’diamlah’ sungguh ia telah sia-sia, dan siapa yang tersia-sia, maka Jumatnya pun tidak bernilai.’ (HR Ahmad dan Abu Dawud).” (Kassyful Qinâ’: II/47)

    Berkenaan dengan perbedaan pendapat di atas, Ibnu Rusyd mengatakan, “Berkaitan dengan orang-orang yang tidak mewajibkannya, saya tidak mengetahui syubhat bagi mereka, selain kalau mereka berpendapat perkara ini telah bertentangan dengan dalil seruan yang terdapat dalam firman Allah, ’Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.‘ (Al-A’râf: 204)

    Maksud ayat di atas, bahwa selain Al-Qur`an, maka tidak wajib diam untuk mendengarnya. Akan tetapi, alasan ini lemah, wallahu a’lam. Barangkali yang lebih tepat, hadits ini belum sampai kepada mereka.” (Bidâyatul-Mujtahid: I/89)

    Maka menurut pendapat yang kuat menurut jumhur ulama adalah hukum diam saat khutbah jumat berlangsung adalah wajib. Wallahu a’lam bish shawab!

     

    Sumber: Kiblat.net

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru