• Sosok yang Berjasa Syiar Islam di Liverpool

    Selasa, 3 Safar 1439 H/24 Oktober 2017 M 15:31:24 WIB

    KAJIANMEDAN.ID -- Komunitas Muslim di kota Liverpool sudah sepantasnya berterima kasih kepada William Henry Quilliam. Berkat jasanya, syiar Islam bisa merambah ke kota yang terletak di bagian barat laut Inggris. Masyarakat Muslim di sana bisa menjalankan ibadah dan berbagai kegiatan lainnya secara bersama di bangunan yang terletak di kawasan Brougham Terrace No 8, West Derby Street, Liverpool, Inggris.

    Pada awalnya, tepatnya pada 1889, bangunan milik William ini difungsikan sebagai Islamic center dengan nama Liverpool Muslim Institute. Namun, dalam perkembangan berikutnya, bangunan Liverpool Muslim Institute ini juga difungsikan sebagai masjid dan sekolah bagi komunitas Muslim Liverpool. Sejarah mencatat, ini merupakan bangunan masjid dan Islamic center pertama yang didirikan di Inggris.

    Agama Islam baru dikenalnya ketika ia mengunjungi wilayah Perancis selatan pada 1882. Pada 1887, sekembalinya dari mengunjungi Maroko, William memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Abdullah Quilliam. Dengan menyandang nama baru ini, William gencar mempromosikan ajaran Islam kepada masyarakat Liverpool.

    Untuk mendukung syiar Islam di kota Liverpool, ia berinisiatif untuk mendirikan sebuah lembaga khusus bagi orang-orang yang ingin mengetahui dan belajar tentang Islam. Maka, pada 1889, ia pun mendirikan Liverpool Muslim Institute. Guna menarik minat warga kota Liverpool, lembaga yang didirikannya ini tetap buka pada saat hari Natal.

    Tak hanya sebatas menjadi pusat informasi Islam. Abdullah kemudian memfungsikan bangunan Liverpool Muslim Institute menjadi tempat beribadah bagi komunitas Muslim Liverpool. Bangunan Masjid Liverpool Muslim Institute ini mampu menampung sekitar seratus orang jamaah. Pendirian masjid ini kemudian diikuti oleh berdirinya sebuah perguruan tinggi Islam di kota Liverpool dan sebuah panti asuhan bernama Madina House. Sebagai pimpinan perguruan tinggi Islam, Abdullah menunjuk Haschem Wilde dan Nasrullah Warren.

    Meski berstatus sebagai lembaga pendidikan Islam, perguruan tinggi yang didirikan William ini tidak hanya menerima murid dari kalangan keluarga Muslim saja. Murid dari keluarga non-Muslim pun diperbolehkan untuk belajar di sana. Guna menarik minat warga non-Muslim untuk mempelajari Islam, pihak pengelola kerap menyelenggarakan acara debat mingguan dan komunitas sastra.

    Sayangnya, geliat Islam di Liverpool mengalami kemunduran setelah William memutuskan untuk pergi meninggalkan Inggris pada 1908. Pada 1932, ia kemudian memutuskan untuk kembali ke Inggris. Pada tahun yang sama, William meninggal di Kota London dan jasadnya dikuburkan di Pemakaman Brookwood, dekat kota Woking. Ia dimakamkan tak jauh dari makam para tokoh Muslim Inggris lainnya, seperti Abdullah Yusuf Ali, Muhammad Marmaduke Pickthall, dan Lord Headley.

    Hingga saat ini, komunitas Muslim di negara-negara Barat, khususnya yang merupakan mualaf, mengenang sosok William Abdullah Quilliam sebagai pelopor mereka untuk memahami Islam hingga akhirnya menjadi pemeluknya. Berbagai peninggalannya, baik berupa bangunan Islamic center, masjid, sekolah, panti asuhan, maupun karya tulisnya, saat ini masih dirawat dan dipelihara dengan baik oleh Abdullah Quilliam Society, sebuah lembaga nirlaba yang didirikan pada 1996 untuk mengenang jasa Abdullah Quilliam.

     

    Sumber: Republika

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru