• Ayo! Ke Pasar Muamalah Medan (2)

    Sabtu, 30 Muharram 1439 H/21 Oktober 2017 M 11:25:27 WIB

    KAJIANMEDAN.ID --"Mendapatkan dirham dan dinar itu tidaklah mudah. Nuqud yang beredar pada hari itu kemungkinan tidak terbagi untuk semua pedagang. Anda harus bersabar bila tidak menerima dirham, tapi cuma dapat rupiah. Pada pasar muamalah sebelumnya, ada pedagang yang sangat berharap mendapat dirham dan dinar, tapi jualannya habis duluan dibeli dengan rupiah kertas. Sedangkan pedagang yang mendapat rezeki dirham dan dinar ternyata sangat gembira, karena mereka punya pengalaman nyata memegang uang sunnah Rasulullah sallallahu alayhi wa sallam," ungkap Tikwan lagi

    Untuk itu, bagi Anda yang sudah memiliki dirham dan dinar, dianjurkan berbelanja pada hari itu dengan uang nuqud Anda, agar uang dinar dan dirham Anda itu kembali menyebar lebih luas, agar ia kembali beredar dari tangan ke tangan. Demikianlah syiar ini kita lakukan.

    Ada beberapa cara untuk mendapatkan dirham:
    1. Lewat berdagang. Itulah yang akan kita lakukan.
    2. Anda dilamar oleh seseorang, dan Anda meminta mahar dalam bentuk dirham dan dinar.
    3. Anda seorang mustahiq, dan mendapat zakat mal.
    4. Bila diperlukan, sementara tidak ada akses pada ketiga hal di atas, bisa juga dengan mendatangi wakala dan menukar uang kertas Anda ke dinar dan dirham.

    Dinar dan dirham bukanlah untuk investasi, tapi sebagai alat yang menyelamatkan nilai harta kita dari kemerosotan nilai. Emas sama dengan komoditas lain, yaitu tergantung pada hukum pasar yang hakiki. Kadang nilainya naik, kadang turun, menuju keseimbangan. Berbeda dengan uang kertas yang pasti akan turun nilainya terus menerus. Rasulullah sallallahu alayhi wa sallam telah menetapkan dinar dan dirham sebagai alat ukur yang adil, alat bayar zakat, dan terbukti sebagai alat lindung nilai. Empat belas abad yang lalu, harga satu ekor kambing dewasa adalah 1 dinar. Setelah empat belas abad kemudian, yaitu sekarang, harga kambing tetap satu dinar.

    Kalau investasi, maka harus ada usaha riil dan memberikan manfaat pada perdagangan. Investasi, reinvestasi, perdagangan bursa, kredit usaha, dan kredit lainnya, yang seluruh intinya adalah penyewaan uang, itu adalah riba. Dan riba adalah haram, karena memberikan kesusahan massal pada semua orang, merusak pasar-pasar, merusak alam, dan merusak jiwa manusia. Allah dan rasul-Nya menyatakan perang terhadap riba. Sehingga tiada mungkin kemenangan terhadap para pelaku riba, kecuali mereka bertaubat dan memohon ampun.

    Kenali DINAR DIRHAM

    Dirham adalah perak. Pecahannya adalah:
    1. nisfu dirham (setengah dirham).
    2. Dirham (satu dirham)
    3. Dirhamyn (dua dirham)
    4. Khamsa dirham (lima dirham)
    Satu dirham itu = 2,975 gram perak murni 99,99%
    Dinar adalah emas. Pecahannya adalah:
    1. Nisfu dinar (setengah dinar)
    2. Dinar (satu dinar)
    3. Dinaryn (dua dinar)
    Satu dinar itu = emas 4,25 gram emas 92%
    Berapakah nilai dirham dan dinar itu? Dirham dan dinar itu senilai berat dan kadarnya. Karena nilainya melekat pada dirinya sendiri. Tapi bila Tuan dan Puan masih belum bisa melepaskan diri dari ukuran rupiah, silakan merujuk pada panduan rupiahnya di www.wakalaindukbintan.com. Di sana ada rujukan nilai yang update setiap hari. Nilai dinar dan dirham adalah tetap sebagaimana wujudnya, tapi nilai rupiah dan uang kertaslah yang berubah-ubah terhadapnya.

    ADAB di PASAR MUAMALAH
    1. Berpakaianlah sebagaimana pakaian seorang Muslim (menutup aurat)
    2. Makanlah dengan cara yang baik (duduk dan sopan, tidak sambil berjalan-jalan)
    3. Saling menyapalah dengan baik dan layanilah sesamamu agar hati mereka senang. Hibur mereka bila sedih. Semua yang kita lakukan haruslah dengan hati yang gembira karena kita mengikuti Rasulullah sallallahu alayhi wa sallam dalam bermuamalah.
    4. Tawar menawar adalah dibolehkan, sampai ditemukan kesepakatan yang saling ridha.
    5. Mari kita menjaga kebersihan dan mematuhi muhtasib.
    6. Apabila azan berkumandang, maka seluruh jualan ditutup sementara, tidak diperkenankan transaksi sepanjang waktu shalat, meskipun Puan-puan tidak shalat karena berhalangan. (win)

     

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru