• Jangan Kelamaan Jomblo, Bahaya!

    Senin, 25 Muharram 1439 H/16 Oktober 2017 M 11:49:31 WIB

    KAJIANMEDAN.ID -- Roda zaman terus berputar. Berbagai fenomena aneh pun bermunculan, serta kebiasaan-kebiasaan yang dulu dilarang akan menjadi terlihat biasa. Salah satunya adalah hidup sendiri (jomblo), hingga memutuskan untuk tidak menikah karena terlalu sibuk dengan urusan duniawi.

    Memutuskan diri untuk jomblo dalam waktu yang lama, ini merupakan salah satu tanda akhir zaman. Tanpa alasan yang syari, mereka menunda-nunda pernikahan mereka, padahal umur mereka sudah menjelang senja. Dimana batas ideal menikah bagi perempuan di usia 25 tahun, dan bagi laki-laki di usia 28 tahun.

    Anehnya, di era ini, banyak yang berbangga lama hidup sendiri, karena akan dianggap orang intelek yang sangat pemilih dalam menentukan pasangan. Sayyidina Umar bin Khattab pernah menyampaikan kalimat singkat yang bermakna sindiran telak bagi laki-laki yang lama menjomblo dan berbangga dengannya.

    "Tidak ada yang menghalangimu menikah, kecuali kelemahan atau kemaksiatan," kata Umar bin Khattab, diriwayatkan oleh Ibnu Hazm dalam kitab Al-Muhalla.

    Ini juga dijelaskan dalam buku berjudul 'The Perfect Muslimah', Khalifah kedua itu menjelaskan, ada hal-hal yang membuat seorang pemuda kesulitan dalam mendapatkan pasangan untuk menikah. "Kata Umar bin Khattab, ada dua hal mengapa pemuda itu susah menikah. Pertama karena kejantanannya dan kedua karena banyaknya maksiat," tulis Ahmad Rifa'i Rif'an dalam bukunya.

    Umar bin Khattab yang merupakan Khalifah kedua kaum Muslimin ini terkenal sebagai sosok yang berani dan tegas dalam semua hukum Islam. Selain ditakuti oleh setan, Umar juga terkenal sebagai sosok yang menjadi penghalang bagi timbulnya fitnah.

    Melalui nasihat ini, Umar hendak menegaskan, beratnya ujian orang yang lama menyendiri, padahal terdapat banyak kesempatan menikah yang menghampirinya. Saat kesempatan menikah menyapa, kemudian seseorang tidak menyambutnya dengan segera, ada bahaya besar yang tengah menunggu di kemudian hari akibat kelamaan hidup sendiri.

    Umar, melalu nasihat ini, tidaklah menyatakan bahwa orang yang belum menikah adalah pendosa dan lemah dalam hubungan suami-istri. Ia juga tidak menyatakan bahwa orang yang sudah menikah terbebas dari dosa dan kuat dalam hubungan badan.

    Kalimat ini merupakan cara Umar dalam memotivasi kaum muslim di masanya dan masa setelahnya sampai akhir zaman. Bahwa ketika seseorang enggan menikah, padahal mampu secara fisik, pikiran, dan rohani, maka ia sedang berada dalam bahaya yang besar.

    Apalagi di zaman serba canggih ini, saat serbuan maksiat siap masuk ke lini-lini paling privasi dalam kehidupan seseorang. Jika yang sudah menikah saja berpeluang besar untuk tergoda, apalagi yang sendirian?

     

    Sumber: Republika

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru