• Bila Arab Saudi Makin Membisniskan Umrah dan Haji

    Kamis, 21 Muharram 1439 H/12 Oktober 2017 M 10:56:03 WIB

    KAJIANMEDAN.ID -- Beberapa tahun terakhir banyak pihak di Indonesia terus mengeluhkan layanan kepada para jamaah haji dan umrah yang dilakukan pemerintah Arab Saudi. Mereka menyatakan kualitas layanan tak kunjung naik secara signifikan meski harga layanan terus meningkat.

    ‘’Kami tidak bisa apa-apa terkait persoalan layanan haji ketika berada di Mina. Keluhan kami soal ketersediaan toilet untuk kaum perempuan tetap belum ditanggapi oleh pemerintah Arab Saudi yang memang menjadi pihak yang bertanggungjawab mengelola layanan selama jamaah berada di tempat itu,’’ kata Dirjen Pelayanan Haji dan Umrah, Nizar Ali, di Surabaya, beberapa hari lalu.

    Bagi para pengelola perusahaan yang bergerak dalam pelayanan  umrah dan haji, soal tidak kunjung membaiknya kualitas kepada para jamaahnya selama di tanah suci sudah bukan merupakan barang baru. Mereka pun mengaku tidak bisa berbuat mendapati timpangnya kualitas dengan terus menaiknya biaya layanan yang seharusnya diberikan oleh pihak Arab Saudi.

    Maka menjad hal yang tidak aneh, bila layanan kepada jamaah selama tinggal di Mina sampai hari ini tidak beranjak mutunya dari kualitas yang mereka dapatkan pada musim haji 2003. Contohnya, kala itu selalu terhampar karpet merah di setiap lorong tenda para jamaah haji khusus. Namun kini tak ada lagi. Bahkan tenda yang sudah sobek-sobek tetap dibiarkan.

    ‘’Padahal saat itu, yakni di tahun 2003 biaya pelayanan kepada jamaah haji saat di Arafah dan Mina hanya 400 dolar AS. Namun, ketika harga layanan naik menjadi 1.400 dolar AS lima tahun berikutnya, atau menjadi  3.700 dolar AS pada tahun 2016, dan kemudian menjadi 4.500 dolar AS pada tahun 2017, kualitas layanan tetap sama dengan kualitas layanan tahun 2003. Bahkan bisa dikatakan kini terus memburuk ,’’ kata seorang pengelola travel umrah dan haji.

    Dilema ini semakin menjadi ketika menjumpai biaya pengurusan visa yang terus melambung dan terindikasi akan terus naik setiap tahun. 

    Data menyatakan pada awal tahun 2000-an biaya pengurusan visa umrah gratis. Namun kemudian berbayar. Pada tahun 2016 ada biaya tambahan pengurusan visa sampai 15 dolar AS. Dan kini, pada tahun musim umrah pada tahun 2017-2018, biaya tambahan pengurusan visa naik dua lipat, menjadi 30 dolar AS per visa umrah.

    Sumber: Republika

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru