• Ustadz Abu Zahid Marwan Rangkuti (bag 2-selesai)

    Teladani Rasul dan Para Sahabat

    Senin, 19 Djulhijjah 1438H/ 11 September 2017M 11:01 WIB

    KAJIANMEDAN.ID--“Para shahabat ridwanullahu ‘alaihim semuanya adalah teladan yang baik bagi umat, mereka di bentuk oleh manusia mulia pembawa risalah terakhir Rasulullah Muhammad SAW, meneladani mereka insyaalloh akan membimbing umat dalam kebangkitan, dari sekian ragam peristiwa para shahabat yang terekam dalam banyak atsar, kita akan melihat betapa kokoh dan kuatnya aqidah para shahabat serta patuhnya mereka terhadah syariat Alloh SWT inilah yang harus kita tiru,” tuturnya. Sehingga walaupun mereka dibawah banyang-bayang pedang musuh mereka tidak menggadaikan aqidahnya, demikian juga sekalipun mereka dalam kondisi sulit mereka kokoh memegang Syariat Alloh SWT.

    Ia juga melanjutkan bahwa faktanya masa muda itu suka maupun tidak akan segera berakhir, sebab inilah sunatullah bagi manusia, makhluk Alloh SWT yang tidak kekal, bila masa itu berlalu. “Suka tidak suka kita akan menjadi dewasa, menikah, tua dan mati, maka apa bekal kita untuk menjalani setiap fase hidup kita? Apa modal kita saat menjadi seorang suami maupun ayah kelak? Tentu bagi orang yang berfikir ia akan belajar dan terus belajar Islam untuk mempersiapkan semuanya,” ungkapnya. “Dan untuk agama ini, fikirkanlah bahwa masa panjang yang mungkin telah lama kita lalui tanpa Islam dan bila kematian itu tiba, yakinkah kita akan amal kita tersebut dapat menghantarkan kita ke jannah-Nya Alloh SWT? Bila tidak, maka bersungguh-sungguhlah dengan segala apa yang kita miliki untuk menolong agama Alloh dan yakinlah Alloh pun akan menolong kita.”

    …Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.(al-Haj: 40)

    Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad: 40)

    Pesannya untuk kaum muda ketika belajar Islam, jagalah adab jangan sampai bersikap sombong dan angkuh, merendahkan yang awan ataupun berbeda paham dengan kita, sebab sungguh ilmu itu betingkat-tingkat maka kita harus sadar dan memahmi dimana posisi kita, sehingga lisan dan amal kita tidak berlaku salah yang menyebabkan ilmu pada diri kita tidak berkah.

    Ustadz Marwan dan Keluarga

    Pada April tahun 2010 saat Ustadz Marwan berada di semester 8 perkuliaha, Ia menikahi Fitriani seorang mahasiswi semester 8 jurusan Syari’ah. Proses perkenalan mereka pun cukup singkat hanya 3 bulan, sekali ta’aruf dan karena merasa ada kecocokan ia dan sang istribersepakat untuk menyegerakan khitbah dan nikah sebab menghindari dari fitnah.

    “Awalilah dengan memilih Istri yang baik agamanya, insyaalloh akan membantu saat bersama-sama mendidik anak menjadi sholeh-sholehah pejuang Islam. Di rumah saya dan Istri berusaha maksimal menerapkan pendidikan Islam yang berpedoman kepada al-Qur’an dan al-Hadits, serta tidak lupa bagi saya dan Istri untuk terus belajar menjadi Ayah dan Ibu yang “professional” serta sholeh untuk mencetak generasi sholeh,” ungkapnya Ustadz yang hobi membaca ini.

    “Agama itu yang utama, dan yang lain insyaalloh akan menyusul mengikuti yang utama, jika yang utamanya baik insyaalloh menjalani kehidupan berumah tangga kedepannya akan lebih mudah dan barakah,” tutupnya. Saat ini Ustadz Marwan berdomisili di Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang. Alhamdulillah ia telah dikarunia Alloh SWT sepasang putra-putri permata hati dan pelipur lara, Zahid Azzam Rangkuti dan Maryam Nazifah Rangkuti, serta insyaalloh sekarang juga menunggu kelahiran yang ketiga. Untuk mengisi waktu bersama keluarga sering ia habiskan di dapur bekerja sama memasak sembari membangun keakraban, ataupun bersama membersihkan rumah, ini merupakan waktu-waktu yang paling berharga baginya.

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru