• CHARLEMAGNE, HARUN AR RASYID, dan LUBANG UKHUWAH KITA

    Kamis, 07/27/2017 11:51:15 WIB

    KAJIAN MEDAN -- Inilah Aachener Dom, Katedral Aachen yang didirikan oleh Charlemagne, dan diapun dikubur di sini setelah wafatnya pada 814. Selama 595 tahun dari 956-1531, sebanyak 31 Raja dan 12 Ratu berkebangsaan Jerman ditahbiskan di Kapel Palatine yang menjadi inti dalam bangunan Katedral.

    Beberapa hari lalu, sembari berdiri di hadapannya, saya mengenang sebuah kisah pahit.

    Charlemagne mewarisi Kerajaan Franka dari Ayahnya, Pepin si Pendek pada 768 ketika berusia 26 tahun. Menambahkan Lombardia ke dalam kekuasaannya pada 774, wilayahnya terus meluas hingga pada tahun 800, Paus Leo III memahkotainya sebagai Kaisar Romawi Suci, untuk di bawah naungan Sang Uskup Roma meneruskan takhta Romulus Augustulus dari keluarga Caesar yang menghilang 4 abad sebelumnya.

    Charlemagne si raja agung dari dunia barat lalu menjadi sahabat Harun Ar Rasyid, khalifah agung Daulah ‘Abbasiyyah di timur.

    Sebabnya?

    Karena Charlemagne mempunyai musuh yang kekuasaannya dekat dengan Harun; dialah Maharani Irene dari Kekaisaran Romawi Byzantium. Dan Ar Rasyid juga punya lawan yang dekat wilayahnya dengan Charlemagne; dialah Amir ‘Abdurrahman I di Cordoba.

    Sementara Charlemagne dan Irene berebut keabsahan kuasa tertinggi atas seluruh negeri kaum Nasrani dengan ditingkahi persaingan Paus di Roma dengan Patriarkh Agung Konstantinopel yang kelak berujung Schisma Akbar 1043 dan Perang Salib; Harun Ar Rasyid dan ‘Abdurrahman I masih melanjutkan pertikaian atas digulingkannya Daulah ‘Umayyah di Damaskus oleh Bani ‘Abbasiyah pada tahun 750. Memiliki wilayah lebih kecil, namun gemerlap oleh para ilmuwan, berbagai penemuan, dan kemewahan duniawi; Keamiran Cordoba kelak juga akan makin menantang ‘Abbasiyah dengan menahbiskan ‘Abdurrahman III menjadi Khalifah pada tahun 929.

    Adalah Sulaiman Al ‘Arabi, Gubernur Barcelona-Girona, bersama Husain, penguasa Zaragoza, dan Abu Taur dari Huesca; yang ketiganya memihak ‘Abbasiyah menghadap Charlemagne di Paderborn dan memohon bantuan militer menghadapi Cordoba dengan imbalan penyerahan diri mereka. Inilah bermulanya Aliansi Abbasiyah-Carolingian yang akan mewujud dengan pengiriman 4 kali duta Charlemagne pada Harun Ar Rasyid, dan 2 kali Duta ‘Abbasiyah ke Takhta Romawi Suci di Aachen. Hadiah-hadiah yang dipertukarkan bertimbun-timbun dengan nilai luar biasa.

    Siyasah kadang bukan hanya membingungkan bagi kita para ‘awam, tapi juga memilukan. Persekutuan terjadi antara Harun-Charlemagne yang berbeda ‘aqidah. Musuh Charlemagne beragama sama dengannya. Dan lawan Harun justru sesama muslim, sesama saudara.

    Lubang dalam ukhuwah kita karena persoalan kekuasaan telah ada sejak lama. Terulang dan terulang pula dalam sejarahnya. Tidakkah kita mengambil pelajaran darinya?

     

    Sumber : salimafillah.com

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru