• Hutang (1)

    Rabu, 05/24/2017 11:26:12 WIB

    KAJIAN MEDAN -- KONSULTASI SYARIAH TENTANG HUTANG

    Tanya:
    Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz,

    Dulu waktu masih belum paham ilmu agama ana pernah berbisnis obat herbal, di antara produk-produknya ada alat kesehatan, untuk mengembangkan bisnis tersebut alat kesehatan itu sangat berguna.
    Lalu, ana berdiskusi dengan teman bisnis ana bagaimana caranya agar kami bisa punya alat itu, lalu munculah ide meminjam uang, teman ana meminjam uang sama org tuanya (atau di bank, ana kurang begitu tau pastinya) sebesar harga alat tersebut 4.400.000 kalo gak salah ingat. Dan ana ada ngomong ke teman ana itu, "abang ikut bantu bayar semampu abang".

    Lalu setelah beberapa bulan berjalan, bisnis kami gak berjalan lancar dan akhirnya alat tersebut gak digunakan lagi. Namun teman ana bilang ke ana kalo ana ikut harus bayar hutang itu setengahnya.

    Setelah saya belajar agama dan kenal sunnah, muncul pertanyaan-pertanyaan yang selama ini ana jalani. Pertanyaan ana ustadz, apa itu termasuk hutang ana? Jika iya, maka akan ana bayar.

    Pertanyaan dikirim oleh Akhi J. dari Medan melalui pesan Whatsapp.


    Jawab Ustadz:
    Walaikumussalam warahmatullahi wabaraktuh.

    Bismillah.
    Yang belum ada kejelasan adalah apakah aqad hutang anda kepada teman anda atau apakah anda dan teman anda bersepakat untuk berhutang kepad pihak k-3??

    Bila kasus pertama aqadnya adalah anda berhutang kepada teman anda maka anda membayar penuh hutang tersebut kepada teman anda.

    Bila kondsi kedua anda dan teman anda berkongsi membayar hutang kepada pihak kreditor (pemberi pinjaman pihak ketiga), maka tinggal dikembalikan kepada aqad awal berapa persen kontribusi anda dalam pembayaran hutang, apakah 1/2, 1/4 dan lain-lain.

    ---

    Rubrik ini diasuh oleh Ustadz Abu Zahid Al Mandiliy.
    Staf Pengajar Tsaqafah Islam Kontemporer
    di Ma'had Atstsaqafiy Tj. Morawa.

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru