• Jerat Riba Vs Gerakan Dakwah Islam di Pedesaan (habis)

    Senin, 04/10/2017 13:22:16 WIB

    KAJIAN MEDAN -- Didatangi rentenir

    Sambil menghela nafas Kang Yadi melanjutkan ceritanya, memang setiap perjuangan selalu menghadapi kendala. Namun semua kendala yang ada harus bisa dinikmati.

    Salah satu kendalanya, KSM yang mempunyai gerakan sosial dan dakwah di ruang lingkup kecamatan kerap mendapatkan fitnah. Juga sering diisukan yang tidak-tidak. Namun, hal ini dimakluminya karena mungkin masih banyak masyarakat yang belum mengenal KSM.

    "Pernah didatangi sama seseorang yang meminjamkan uang (rentenir), dia mengaku uangnya yang dipinjam masyarakat sangat banyak," terangnya.

    Rentenir tersebut, dikatakan dia, sampai menyebutkan nama-nama orang yang meminjam uang kepadanya. Menurutnya, mungkin ada rentenir yang terganggu dengan gerakan KSM. Sebab, masyarakat yang tadinya meminjam uang ke rentenir, kini lebih memilih meminjam uang ke KSM.

    Kang Yadi yang juga menjadi tokoh inspiratif Laznas Al-Azhar mengaku, pernah membantu seorang ibu yang rumahnya mau disita oleh rentenir. Awalnya, dia diberitahu tahu oleh guru mengajinya. Sang guru menyuruh Kang Yadi untuk membantu seorang ibu yang tinggal di desa sebelah.

    "Pas ketemu ibu itu, saat bertemu menangis ke saya sambil minta tolong, rumahnya mau disita oleh orang yang meminjamkannya uang," jelasnya.

    Kemudian, dia mencari rumah orang yang mau menyita rumah si ibu. Saat ketemu terjadi dialog yang cukup alot. Akhirnya rentenir tersebut mau menerima uang dari Kang Yadi untuk melunasi hutang si ibu. Rentenir itu juga akhirnya mau mengembalikan jaminan yang disitanya dari si ibu.

    "Hutang si ibu Rp 12 juta, bukan saya yang membantu, saya juga minta bantuan ke Laznas Al-Azhar dan teman-teman," ujarnya pelan.

    Saat ini, masyarakat yang pernah dibantu KSM sudah ada yang menjadi pengusaha ikan cupang, pengrajin keset dan pedagang keliling. Selain itu, anggota KSM juga dapat jaminan kesehatan. Setelah berobat ke RS, anggota KSM bisa menunjukan kuitansi bekas berobat ke pengurus KSM. Nanti, KSM akan menggantinya dengan uang infak tabaru.

    KSM juga setiap tahun memiliki agenda rutin menyantuni anak yatim dan piatu di Kecamatan Kemang. Sebelum aktif di KSM, Kang Yadi sebenarnya sudah memulai gerakan sosialnya sejak tahun 2000. Dia kerap membantu warga yang sakit dan membawanya ke RS. "Kalau buat umat saya tidak pusing, saya yakin selalu ada jalan keluar," ujarnya.

     

    Sumber: Republika

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru