• Ekonomi Islam dan Islam Dalam Berekonomi (1)

    Jumat, 04/07/2017 16:54:47 WIB

    KAJIAN MEDAN -- Ekonomi Islam merupakan sebuah disiplin ilmu yang muncul setelah terjadinya Islamization of Knowledge oleh para mujaddid Islam seperti Muhammad  Abduh, Jamaluddin Al-Afghani dan tokoh-tokoh yang lainnya. Namun secara substansi, ekonomi dalam Islam ada sejak diutusnya Rasul Muhammad s.a.w. Dari zaman Rasulullah sampai dengan Khilafah Turki Utsmani tidak dibutuhkan label Islam di belakang kata ekonomi karena memang setiap orang sudah menyadari bahwa Islam adalah jalan hidup yang begitu sempurna dan membahas segala sesuatu, termasuk dalam bidang ekonomi. Hal ini terbukti dengan begitu banyaknya tokoh-tokoh ekonom Muslim muncul pada fase ini, seperti : Muhammad bin Hasan As-Syaibani, Abu Yusuf, Ibnu Khaldun, Ibnu Taimiyah dan lainnya.

    Adanya identitas Islam di belakang kata ekonomi merupakan sebuah upaya untuk memberikan kesadaran kepada umat Islam yang sedikit demi sedikit meninggalkan agamanya dan tidak meyakini sifat Islam yang Universal. Langkah ini merupakan sebuah reaksi dari para mujaddid terhadap kejumudan berpikir umat Islam pada saat itu, mereka terbelakang dalam ilmu pengetahuan, sangat kaku dalam memahami Al-Quran dan hadits dan sifat-sifat lainnya. Sehingga muncullah gerakan yang disebut dinamisme oleh “Muhammad Iqbal”. “Al-Islam Mahjubun lil Muslimin”, begitulah yang dikatakan salah seorang pembaharu menggambarkan keparahan situasi ini.

    Berawal dari begitu banyaknya umat Islam yang melakukan kegiatan ekonomi yang sebenarnya bertentangan dengan ajaran dan doktrin agama mereka, ekonomi yang bersifat materialistis, penuh dengan sifat hedonistic personality maka muncullah upaya untuk menggali kembali bagaimana Islam membahas ekonomi. Konsekuensi logis dari ajaran Islam yang bersifat universal adalah bahwa tidak ada satu pun disiplin ilmu pengetahuan dan permasalahan hidup yang tidak dibahas dalam Islam, termasuk dalam bidang ekonomi. Fondasi dan keyakinan ini harus ditanamkan sedalam mungkin kepada generasi muslim penerus bangsa.

    Sebagai sebuah disiplin ilmu yang merupakan bagian dari Islam, maka Ekonomi Islam memiliki Filosofi yang harus tunduk kepada aturan-aturan Tuhan. Di mana filosofi ini harus berasal dari tuntunan wahyu sehingga tidak bertentangan dengan tujuan-tujuan diturunkannya syariat Islam (Maqashid As-Syariah). Filosofi inilah yang kemudian dijadikan acuan dalam membuat kerangka turunan. Maka secara umum tujuan diturunkannya syariat adalah menimbulkan maslahat dan menghilangkan mudharat. Berbeda dengan Kapitalisme yang memiliki sifat individualistis dan materialistis, maka ekonomi Islam memiliki sifat kolegial dan harus menyentuh hal-hal yang menyangkut materi dan immateri. Karena ekonomi Islam memandang bahwa ada aturan-aturan dan permasalahan ekonomi yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan asumsi dan kesepakatan.



    Sumber: http://www.dakwatuna.com/

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru