• Rapatkan Barisan, Bantu Bencana Kelaparan di Afrika

    Kamis, 04/06/2017 11:42:32 WIB
     
    KAJIANMEDAN -- "Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seseorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya,"
     
    Terjemah Quran Surat (QS) Al Maidah, ayat 32 tersebut dengan semangat disampaikan Public Relation ACT Medan, Panca Irawan saat Kajianmedan.id berkunjung ke kantor Aksi Cepat Tanggap (ACT) Medan, Jalan Al-Fallah Raya. Kalimat itu disampaikan Panca saat masuk dalam pembahasan Kapal Kemanusiaan, Food for Humanity atau Gerakan Kepedulian untuk Masyarakat Afrika.
     
    Kata Panca, bencana kelaparan di Afrika adalah yang terparah sepanjang sejarah. Sekitar 20 juta jiwa di Yaman, Sudan Selatan, Nigeria dan Somalia mengalami kelaparan parah yang berkepanjangan. Konflik peperangan yang merembet ke berbagai aspek, cuaca dengan curah hujan rendah menjadi pemicunya.
     
    Seperti yang kita ketahui bersama, selain konflik, memang kekeringan di Afrika menjadi isu hangat yang saat ini ramai dibincangkan. Bencana ini berubah menjadi krisis kemanusiaan skala masif. Matinya lahan tani yang memicu kelaparan jutaan orang kemudian memicu rentetan kasus penyakit menular serupa diare, kolera, dan malnutrisi akut yang akhirnya berakhir kematian.
     
    "Ketika kekeringan jadi masalahnya, maka kita berpikir apa yang bisa diperbuat untuk menolong Somalia.
    Berpikir logis, hanya sedikit sekali intervensi alam yang bisa dilakukan untuk membuat hujan di tengah kekeringan parah. Maka sebelumnya tim kita sudah berangkat mendata kebutuhan pembangunan sumur
    untuk Somalia dan kali ini bantuan kita kirim lagi bentuk sembako beras," katanya.
     
    Program ini, lanjut Panca adalah program pengiriman bantuan pangan berupa beras dengan target 1 Kepala Keluarga (KK) mendapatkan 25 kg beras. Penerima manfaatnya, ditargetkan di Sudan Selatan ada 140 ribu KK, Yaman 320 ribu KK, Nigeria 140 ribu KK dan Somalia paling banyak sebesar 400 ribu KK.
     
    "Dari Indonesia, Kapal Kemanusiaan akan memfasilitasi penjemputan bantuan donasi pangan ke tiap-tiap pelabuhan di pulau-pulau besar. Setelah semua bantuan dirasa cukup, Kapal Kemanusiaan akan berlayar sampai ke Tanah Afrika. Targetnya terkumpul 25 ribu ton beras dan rencana kalau sudah terkumpul supaya cepat, ada kapal dengan muatan 10 ton yang akan berangkat dahuluan. Baru sisanya akan dilanjutkan pada 25 Mei mendatang. Perjalanan hampir sebulan, dan ditargetkan distribusinya sampai tanggal 26 Juni sampai 27 Juli," katanya.
     
    Lanjutnya, ACT menerima bantuan dari masyarakat berbentuk beras atau boleh uang yang akan dibelanjakan beras nantinya oleh ACT sendiri. " Anda bisa membantu logistik berupa beras atau uang. Mau mengirim beras, bisa melalui kantor-kantor cabang ACT atau di beberapa titik yang ada spanduk ACT Kapal Kemanusian Afrika," ujarnya.
     
    Katanya, pihaknya juga mengajak berbagai komunitas di Medan untuk ikut berperan untuk kegiatan ini, misalnya dengan menjadi titik tempat pengumpulan sumbangan. "Jadi siapa yang mau, perorangan juga bisa, nanti kita buatkan spanduk dan kalau beras sudah terkumpul, bisa kita jemput," ujarnya.  (PUT)
     

     

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru