• Jika di Bibel Ada Pernyataan Yesus Mengaku Tuhan, Zakir Naik Bersedia Masuk Kristen.

    Kamis, 04/06/2017  07:55:42 WIB

    KAJIAN MEDAN -- Meski digelar malam hari, kuliah umum cendekiawan internasional, Dr Zakir Naik di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Ponorogo berlangsung begitu meriah. Kuliah umum diikuti ribuan umat Islam.

    Peserta begitu antusias menikmati ceramah, sesekali diiringi tawa ringan menyikapi candaan sambutan sejumlah tokoh Gontor dan ceramah Zakir Naik.

    Kuliah umum berjudul "Religion in the Right Perspective" diawali dengan pidato putranya, Fariq Naik tentang berbagai bukti kasih-sayang kaum Muslimiin di masa kaum Salafush Sholih, sambutan dari tuan rumah dan pemberian cinderamata.

    Dalam sambutannya, Zakir Naik mengaku gembira dengan adanya fakultas di UNIDA Gontor yang mengajarkan perbandingan agama yang terbesar di Indonesia.

    "Saya senang ada fakultas perbandingan agama di sini," katanya saat berbicara di halaman gedung Rektorat UNIDA Gontor, Ponorogo, Selasa Malam (4/4/2017).

    Kemudian, Zakir Naik memulai pembahasan tentang konsep mengenai Tuhan, di Yahudi, Kristen, Hinduisme, Islam. Terkait ajaran Hindu, Zakir, menilai umat Hindu memahami konsep tuhan berbeda dengan rujukannya. Dalam rujukan kitab Hindu sebenarnya ada penggambaran Tauhid.

    "Bila ditanya, berapa Dewa, maka kaum Hindu dapat menjawab banyak Dewa, namun bisa juga satu Tuhan. Bahwa Matahari, Bulan, dan lain-lain itu tuhan atau dewa. Semuanya adalah God. Sedangkan Islam mengatakan itu semuanya adalah God's, milik Tuhan," ungkapnya.

    Untuk menyamakan persepsi ketuhanan, perlu mengacu ke ayat Ali-Imran : 64. Dan di kitab Hindu sebenarnya ada penegasan ini.

    "Dan tidak boleh ada penyerupaan seperti gambar, patung, dan lain lain, dan tak mungkin ada yang serupa, sebenarnya," katanya.

    Persepsi ketuhanan seperti itu, ditegaskan juga di Kitab Keluaran dan Bilangan di Bibel di 10 Perintah Tuhan dalam ajaran Kristen "Jadi, sebenarnya ada larangan seperti itu di Hindu, Yahudi, Kristen,"jelasnya.

    Menurut Zakir, Muslim percaya penuh bahwa Rasulullah 'Isa atau Yesus bin Maryam As adalah Rasul terkemuka, lahir tanpa ayah, dengan banyak mukjizat, Al Masih di Akhir Jaman, dan lain-lain. Namun tidak mungkin menerima bahwa Isa adalah Tuhan. Karena, di Bibel juga ini ditolak seperti termaktub di banyak ayat.

    "Jika ada di Bibel yang menyatakan bahwa Yesus menyatakan dirinya Tuhan, maka saya bersedia masuk Kristen," tegas Zakir Naik.

    Zakir Naik menegaskan kembali bahwa surah Al Ikhlas di Alquran, adalah dasar dari keagamaan atau Theologi dan penguji seluruh, aneka agama yang dikenal manusia.

    Zakir Naik juga menyinggung pentingnya menggunakan kata "Allah", sebuah kata dalam Bahasa Arab.

    "Muslim harus menggunakan ini untuk merujuk kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun agar orang yang tidak mengerti bahasa Arab, saya tidak keberatan menerjemahkannya ke bahasa lain, agar orang itu mengerti. Namun "God" bukanlah penerjemahan yang tepat," terangnya.

     

    Sumber: suara-islam.com

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru