• Kapan Seni Penjilidan Dikenal Peradaban Islam?

    Kamis, 03/30/2017 15:26:54 WIB

    KAJIAN MEDAN -- Dunia tulis-menulis sangat penting dalam sebuah peradaban. Karena melalui menulislah, peradaban itu dikenal.

    Hal ini sangat tampak pada masa-masa kejayaan Islam pada abad-abad pertengahan. Para pemikir, ilmuwan, seniman, dan penguasa di zaman itu menuliskan karya-karya mereka agar dapat menjadi warisan untuk generasi selanjutnya.

    Melalui tulisan ini pulalah, dunia Barat terinspirasi pada kejayaan dunia Islam. Bahkan, orang-orang Eropa banyak yang mengadaptasi pemikiran dan penemuan dari dunia Islam. Bercerita tentang tulisan, tentu tidak akan jauh dari buku. Pada masa-masa awal manusia menuliskan pemikirannya, digunakanlah daun lontar, bambu, hingga kertas yang dibuat secara tradisional.

    Bentuknya pun masih berupa lembaran-lembaran atau gulungan. Hingga kemudian, mereka mengenal cara menjilid dan jadilah sebuah buku. Dalam dunia Islam, seni menjilid merupakan salah satu keunikan dan kelebihan tersendiri.

    Dengan adanya metode penjilidan, masalah kerusakan pada tepi kertas yang masih berupa gulungan dan lembaran menjadi terselesaikan.

    Informasi tentang penjilidan di dunia Islam merujuk pada penemuan seorang arkeolog bernama A Von Le Cog di sebelah timur Turkmenistan atau di Karahoc. Di sana, dia menemukan sebuah buku yang diyakininya milik bangsa Uigur Turki pada abad ke 7.

    Dari penemuan ini, dapat dikatakan bahwa setelah masuknya Islam di Turki, negara tersebut mulai mengembangkan teknik penjilidan yang masuk dalam kategori terbaik, terutama penjilidan Alquran.

    Karena kualitasnya yang sangat bagus, seni penjilidan di Turki banyak memengaruhi perkembangan pembuatan buku di Eropa. Selain di wilayah Turki, seni penjilidan ini juga muncul di berbagai daerah lain, seperti Tunisia, Mesir, atau Yaman.

    Sumber: Republika

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru