• Ahli Ibadah yang Tertipu


    Kamis, 03/16/2017, 09:58:19 WIB

    KAJIANMEDAN-Dalam kitabnya, Al-Kasf wa Al-Tibyan fi Ghurur al-Khalq Ajma'in (Menyingkap Aspek-aspek Ketertipuan Seluruh Makhluk), al-Ghazali menyebut golongan berikutnya yang tertipu adalah golongan ahli ibadah. Mereka tertipu karena shalatnya, bacaan Alqurannya, hajinya, jihadnya, kezuhudannya, amal ibadah sunahnya, dan lain sebagainya.

    Dalam kelompok ini, lanjut al-Ghazali, terdapat pula mereka yang terlalu berlebih-lebihan dalam hal ibadah hingga melewati pemborosan. Misalnya, ragu-ragu dalam berwudhu, ragu akan kebersihan air yang digunakan, berpandangan air yang digunakan sudah bercampur dengan air yang tidak suci, banyak najis atau hadas, dan lainnya.

    Mereka memperberat urusan dalam hal ibadah. Tetapi, meringankan dalam hal yang haram. Misalnya, menggunakan barang yang jelas keharamannya, tapi enggan meninggalkannya.

    Begitu juga dalam hal membaca Alquran. Ia merasa dirinyalah yang paling benar, yang paling fasih. Sementara, bacaan orang lain salah. Bahkan, karena persoalan dialek, ia menyalahkan bacaan orang lain. Karena, persoalan dialek itu dipandang dapat mengubah makna.

    Adapun mereka yang tertipu dalam kelompok ini, kata al-Ghazali, adalah mereka yang merasa dirinya paling hebat dalam beribadah. Misalnya, karena seringnya melaksanakan sujud sehingga muncul di dahinya tanda-tanda bekas sujud. Lalu dengan itu, dia merasa akan mendapatkan surga di akhirat nanti.

    Dari beberapa kelompok ahli ibadah yang tertipu, antara lain, karena merasa suaranya sangat merdu (bagus), lidahnya yang fasih, karena puasanya, karena hajinya, karena azannya, karena penunjukkan dirinya menjadi imam (pemimpin), merasa zuhud dengan hartanya, dan karena ibadah sunahnya. Dan, ada pula yang tidak sadar kalau mereka tertipu karena merasa dirinya sudah cukup menjadi bagian dari orang banyak.

    Sumber: republika.co.id

     

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru