• Keutamaan Berzikir kepada Allah


    Sabtu, 02/18/2017, 13:12:18 WIB

    Salah satu topik bahasan dalam kitab Riyadh al-Shalihin karya Imam Nawawi adalah keutamaan berzikir kepada Allah SWT bagi seorang manusia. Sebagaimana diketahui, hampir seluruh bab (masing-masing topik bahasan) dalam kitab ini selalu dimulai dengan ayat Alquran. Pun, demikian halnya pada bab tentang keutamaan berzikir.

    Imam Nawawi mengawalinya dengan mencantumkan surah Al-Ankabut ayat 45. ''Dan, sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya) dibandingkan ibadah lainnya.'' (Al-Ankabut 45).

    Lalu, dilanjutkan lagi dengan tambahan beberapa ayat lain sebagai penguatnya (taukid). ''Dan, berzikirlah (ingatlah) kamu kepada-Ku, niscaya aku akan senantiasa mengingat kalian.'' (QS Albaqarah: 152). ''Dan, sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.'' (Al-A'raf: 205). ''Dan, ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.'' (Aljumuah: 10).

    ''Sesungguhnya, laki-laki dan perempuan yang Muslim, laki-laki dan perempuan yang Mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.'' (QS Al-Ahzab: 35). Dan, masih banyak lagi ayat lainnya tentang keutamaan berzikir.

    Setelah memulai pembahasan dengan ayat-ayat tersebut, pada bab tentang keutamaan berzikir ini, Imam Nawawi mengawalinya dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA.

    Rasulullah SAW bersabda, '' Dua kalimat yang ringan diucapkan, namun berat dalam timbangan serta dicintai Allah yang Maha Penyayang adalah Subhanallah wa bihamdihi, subhanallah al-Azhim.'' (Muttafaqun 'Alaihi disepakati oleh para ahli hadis).

    Hadis serupa juga diriwayatkan Muslim dari Abu Malik Al-Asy'arie yang maknanya adalah kebersihan itu separuh dari iman dan Alhamdulillah itu memberatkan timbangan, sedangkan Subhanalllah walhamdulillah didengar oleh mereka yang ada di langit dan bumi.

    Juga, dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ''Subhanallah (tasbih), walhamdulillah (tahmid), wa laailaha illa Allah (tahlil), dan Allahu Akbar (takbir), lebih aku sukai.'' (HR Muslim)

    Rasulullah SAW bersabda, ''Siapa yang mengucapkan Laa ilaha Illa Allah wahdahu laa syarika lah, lahu al-Mulku, walahu al-Hamdu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadir setiap hari 100 kali, maka baginya akan ditulis 10 keadilan, dicatat 100 kebajikan dan dihapuskan 100 kemiskinan. Dan, barang siapa yang membaca Subhanallah Wabihamdihi setiap hari sebanyak 100 kali, maka baginya akan dihapuskan segala dosa walaupun dosanya itu laksana buih di lautan.'' (Muttafaq alaih).

    Dari Abu Dzar RA, Rasulullah SAW berkata kepadaku, ''Maukah aku kabarkan kepadamu sebuah kalimat yang disukai Allah? Kalimat itu adalah Subhanallah wa bihamdihi.'' (HR Muslim).

    Sumber: republika.co.id

     

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru