• Tata Cara Wudhu Rasulullah SAW

    KAJIANMEDAN – Sahabat Kajian Medan, wudhu merupakan syarat sah untuk melakukan ibadah solat. Jika tak berwudhu atau juga tayamum, diyakini solat tersebut tak sah, karena kita harus terlebih dahulu membersihkan diri. Bagaimanakah sebenarnya wudhu yang diajarkan oleh Rasulullah SAW?

    1. Niat dan Membaca Bimillah

    “Tidak (sempurna) wudhu seseorang yang tidak menyebutkan nama Allah (membaca bismillah) padanya. (HR. Ahmad. Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Ir-wa-ul Ghaliil (no.81).Namun, walaupun ia lupa membaca bismillah, wudhunya tetap sah.

    1. Membasuh Telapak tangan (Muttafaq alaih)

    Kemudian disunnahkan membasuh telapak tangannya tiga kali sebelum memulai wudhu sambil menyelat-nyelat jari jemarinya. (HR Abu Dawud).

    1. Berkumur-kumur

    Kemudian berkumur-kumuryaitu memutar-mutar air di dalam mulut, kemudian mengeluarkannya. (Sunah al-Baihaqy (1/52), dengan sanad sahih).

    1. Istinsyaq dan Istintsar

    Kemudian Istinsyaq, yaitu menghirup air ke hidung dengan nafasnya, lalu mengeluarkannya kembali. Hiruplah air dari tangan kanan, lalu keluarkan sambil memegang hidung dengan tangan kiri. (Muttafaq alaih).

    Disunnahkan untuk istinsyaq dengan kuat, kecuali jika sedang berpuasa, karena dikhawatirkan air akan masuk ke perutnya, Nabi bersabda:

    “Bersangatlah (lakukan dengan kuat) dalam istinsyaq, kecuali jika engkau sedang berpuasa” (HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam shahih Sunan Abi Dawud (no.629).

    1. Membasuh Wajah

    Kemudian membasuh wajah. Adapun batasan wajah adalah:

    1. Panjagnya mulai dari awal tempat tumbuh rambut kepala hingga dagu dimana jenggot terurai.
    2. Lebarnya dari telinga yang satu hingga ke telinga lainnya. (Qs. Al Maidah:6).
    3. Rambut yang ada di wajah, dan kulit di bawahnya wajib dibasah, jika rambut itu tipis. Adapun jika rambut itu tebal, maka wajib dibasuh permukaan rambut itu saja. Akan tetapi disunnahkan untuk menyelat-nyelatinya (dengan jari jemari). Ini berdasarkan perbuatan Nabi yang menyelat-nyelati jenggotnya ketika wudhu. (HR. Abu Dawud, disahkan oleh Syaikh al-Albani dalam Irawaaul Ghaliil (no.92).
    4. Membasuh Kedua Tangan

    Kemudian membasuh kedua tangannya, berikut kedua sikunya, berdasarkan firman Allah SWT. “Dan (basulah) tanganmu sampai ke siku...” (QS Al. Maidah:6).

    1. Mengusap Kepala dan Kedua Telinga

    Kemudian mengusap kepala dan kedua telinganya satu kali. Ini dilakukan mulai dari depan kepalanya, lalu (kedua tangannya) diusapkan hingga sampai ke bagian belakang kepala (tengkuk), kemudian kembali lagi mengusapkan tangannya hingga bagian depan kepalanya. Kemudian mengusap kedua telinganya dengan air yang tersisa di tangannya berkas mengusap kepala. (Hadist shahih riwayat ad-Daraquthni (1/15), Baihaqy (1/56) dan selain keduanya. Mutafaq alaih. HR. Abu Dawud (no.130), disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam shahih Abi Dawud (no.123).

    1. Membasuh Kedua Kaki.

    Kemudia membasuk kedua kaki, berikut kedua mata kakinya, berdasarkan firman Allah. “....Dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki...” (Qs. Al Maidah:6).

    Mata kaki adalah tulang yang menonjol dibagian bawah betis. Kedua mata kaki wajib dibasuh bersamaan dengan mambasuh kaki.

    Catatan, orang yang tangan atau kakinya terpurutus, maka ia wajib membasuh bagian anggota badan yang tersisa, yang termasuk wajib dibasuh. Apabila tangan atau kakinya seluruhnya terputus, maka ia hanya wajib membasuh ujungnya saja. 

    Sumber: Pustaka Ibnu Umar

     

     

     

     

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru