• Makna Surah An-Nur (Bagian Kedua)

    KAJIANMEDAN-Surah An-Nur pada ayat ke 21 memberi peringatan untuk tidak mengikuti langkah-langkah syetan yang menyuruh perbuatan keji dan munkar. Sedangkan ayat ke 22, memberikan perintah untuk terus memaafkan dan berlapang dada, juga memberi bantuan pada siapa saja orang yang mau kembali ke Jalan Allah.

    Pada ayat 23-26, Allah memberi penjelasan tentang nasib orang-orang yang menuduh orang lain berzina-diakhirat kelak. Dan menegaskan bagaimana hukum Allah memberikan pasangan yang sesuai dengan kepribadian orang tersebut, perembuan baik untuk laki-laki yang baik, dan perempuan yang buruk untuk laki-laki yang buruk.

    Selanjutnya pada ayat ke 27-29, Allah mengajar bagaimana caranya meminta keizinan untuk memasuki kerumah orang lain. Kewajipan meminta izin dan memberi salam. Sekiranya perkara ini tidak diajar oleh Allah subhanahu wa ta'ala kepada kita, akan terjadi pelbagai masalah sosial yang akan lebih buruk. Allah menjelaskan dalam surah ini untuk memelihara kesucian dan marwahh seseorang. Dengan meminta izin untuk memasuki rumah orang lain, akan terpelihara terjadinya khalwat dan sebagainya.

    Dan penegasan Allah pada ayat 30 bahwa hendaklah laki-laki beriman menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluannya, begitu juga pada ayat 31, menegaskan kaum wanita untuk menjaga pandangan dan kemaluan mereka. Hukum menjaga pandangan dan disandingkan dengan hukum menjaga faraj (kemaluan). Kenapa Allah sandingkan hukum menjaga pandangan dengan hukum menjaga faraj (kemaluan)? Sebab dari pandangan mata dikhawatirkan akan terjadinya perzinaan. Dalam ayat ini Allah menggunakan kalimat (????) yaitu perhiasan (aurat).

    Kalimat (????) memiliki dua maksud yaitu tubuh badan ( fizikal lelaki atau perempuan) dan perhiasan yang ditambah (aksesori). Dalam ayat ini juga, digandingkan dengan mahram (lelaki atau perempuan). Hukum dengan mahram, apa yang boleh dilihat dan tidak boleh dilihat oleh mahram. Siapa itu mahram? Hukum sesama perempuan dengan perempuan dan lelaki dengan lelaki.

    Dalam ayat ini juga dijelaskan hukum perhiasan; yaitu perhiasan yang tidak nampak tetapi dapat didengari oleh orang lain (perhiasan yang menarik perhatian orang). (redaksi)

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru