• Seminar Internasional Tahsin Al-Quran

    KAJIANMEDAN-Perkembangan dunia keilmuan islam menjadi salah satu fokus Kampus Ma'had Abu Ubaidah Bin Al-Jarrah (Lembaga Pendidikan Bahasa Arab dan Studi Islam) yang terletak di Jalan Berdikari, Dokter Mansur ini. Termasuk keilmuan dan teknik membaca Al-Quran yang dibuka sejak 2016 lalu. Kampus yang mulanya fokus pada studi Bahasa Arab dan Tahfiz Quran ini pun telah membuka kelas Tahsin Al-Quran.
    "Tahsin Al-Quran adalah kelas belajar membaca dan memperbaiki bacaan Al-Quran. Banyak masyarakat kita yang masih belum paham hukum-hukum membaca Al-Quran dan memaknai keindahan Bahasa Al-Quran", jelas Fajar Hasan Mursyid, Direktur Ma'had Abu Ubaidah Bin Al Jarrah  saat ditemui pada rangkaian Acara Seminar Internasional Tahsin Al-Quran di Aula Gedung LPMP, pada Sabtu lalu (04/02/17). Seminar ini mengusung tema 'Menyelami Indahnya Bahasa Arab di dalam Al-Quran.
    Acara Seminar Internasional Tahsin Al-Quran ini sudah kali kedua diselenggarakan oleh Ma'had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah. "Saat kelas Tahsin pertama kali kita buka, kita melihat pasar dan minat masyarakat terhadap ilmu membaca Al-Quran kian antusias. Dan lewat seminar ini juga kita coba wacanakan bagaimana memaknai dan mempelajari Al-Quran dengan cara yang benar," jelas Ustadz Fajar.
    Isu pemaknaan Al-Quran menjadi wacana yang kian disoroti banyak masyarakat kita, terutama kaum muslim dan muslimah. Tragedi penistaan agama oleh satu tokoh masyarakat menjadi salah satu motivasinya. Isu wacana keislaman kian meningkat dan sudah saatnya masyarakat muslim kembali ke fitrah agamanya dan mempelajarinya secara benar.
    "Lewat seminar ini juga kita mencoba sosialisasikan bagaimana mempelajari Al-Quran dengan cara yang benar, termasuk belajar dengan guru-guru yang memiliki jalur nasab ke Rasulullah Muhammad Salallahu alaihi wassalam agar terjaga kebenaran ilmunya. Masyarakat bisa memilih guru yang jelas nasab keilmuannya, dan insyaallah para pengajar Tahsin kita juga memiliki jalur nasab ke Rasulullahi Salallahu alaihi wassalam, yang belajar di Timur Tengah seperti Mesir dan Syria", tambahnya.
    Seminar Tahsin Internasional kali ini diisi oleh tiga narsum yang terdiri dari 3 negara, Syaikh Dr Mahir Al-Munajjid yang berasal dari Syria, Dr H Ahmad Asri berasal dari Malaysia, dan Dr H Khoirul Jamil Lc, MA dari Medan. Acara seminar ini di hadiri sekitar 330 peserta muslim dan muslimah. "Target kita memang sekitar 300an orang saja, tapi karena peminatnya hingga 1000 orang, kita tambah 30 lagi kuota, karena keterbatasan tempat yang kita gunakan," jelas Afandi Surbakti, staff Ma'had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah.(vahluvi win)

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru