• Utang Berlalu Sangat Lama, Bagaimana Membayarnya?

    KAJIANMEDAN-Sahabat Kajian Medan pernah berhutang? Jika ya, maka membayarnya adalah sebuah kewajiban. Sebab, jika sampai ajal datang menjemput, sedang Sahabat masih memiliki utang, maka utang itu dapat menjadi penghalang bagi kita di hari akhir. Lalu bagiamana dengan hutang di masa lampau, yang belum terbayar hingga sekarang?

    Jika Sahabat Kajian Medan ingin segera melunasinya, bagaimana dengan nilainya yang biasanya memiliki nilai berbeda saat ini. Misalnya berutang 500 ribu Rupiah di tahun 2000, lalu ingin melunasi tahun ini. Lalu, apakah tetap membayar sebesar 500 ribu, padahal nilai uang 500 ribu di zaman dulu sungguh jauh berbeda dengan sekarang?
     
    Mengenai permasalahan tersebut, Syaikh Abu Said al Jazairi-salah seorang ulama ahlus sunnah di al Jazair menjawab bahwa, “Orang yang berutang memiliki kewajiban membayar utang semenjak transaksi utang piutang dilaksanakan. Oleh karena itu, orang yang berutang dituntut untuk mengembalikan senilai besaran utang yang didapatkan. Jika nilai dari mata uang 0dulu jauh berbeda dengan saat ini.

    Rasulullah juga pernah melebihkan pembayaran utangnya. Sebagaimana dikisahkan dalam suatu riwayat, “Pada suatu hari ada seseorang yang memiliki piutang seekor anak unta atas Rasulullah Sallalhu alaihi wassalam. Dan ketika piutang telah jatuh tempo dan ia datang menagih utangnya, ia berkata-kata keras kepada Rasulullah Salallahu alaihi wassalam. Tak ayal, para sahabat geregetan ingin menindak lelaki tersebut.

    Namun, Nabi Salallahu Alaihi Wassalam bersabda kepada mereka, ‘Sejatinya pemilik hak memiliki wewenang untuk menuntut dan menghardik. Belikanlah seekor anak unta dan berikan kepadanya.’ Tanpa menunda-nunda, para sahabat segera mencari unta yang seumur dengan unta yang diutang oleh Nabi ? namun mereka tidak mendapatkannya di pasar. Maka mereka kembali dengan bertanya kepada Nabi Salallahu alaihi wassalam. ‘Sejatinya kami tidak mendapatkan unta yang dijual selain unta yang lebih besar dari unta miliknya.’

    Maka, Rasulullah Salallahu aaihi wassalam bersabda, ‘Belilah unta itu, lalu berikanlah kepadanya, sejatinya di antara orang yang paling baik dari kalian adalah orang yang paling baik ketika membayar utang’,” (Shahih Bukhari no. 2260 dan Shahih Muslim no. 1601).

    Sumber: ummi-online.com

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru