• Metode Menghafal Matan

    Umat Islam seyogyanya telah menjaga beragam macam disiplin ilmu dengan penjagaan yang baik. Dan para ulama terdahulu biiznillah telah menghasilkan banyak karya/kitab-kitab yang memudahkan kita untuk mempelajari ilmu dan mempermudah dalam mengamalkannya. Maka pelajarilah yang paling penting, paling wajib dan paling banyak manfaatnya dari ilmu tersebut. Untuk menghafalkan matan ringkas dari setiap cabang ilmu tentu butuh kesungguhan. Dan hendaknya menghafal setiap bab dari bab-bab ilmu dengan menghafal sumber asli yang berasal dari nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam.

    Untuk memberikan pengetahuan dan gambaran apa matan-matan ilmu yang harus dipelajari dalam membaca Al-Quran, Pusat Tahsin Al-Qur'an Ma'had Abu Ubaidah menyelenggarakan Workshop Metode Mudah Menghafal Matan. Matan Jazari dan Matan Tuhfatul Athfal adalah dua metode pembelajaran Al-Quran. Workshop ini diisi oleh dua pemateri H.Muhammad Ansari,Lc.,MTH yang merupakan Hafidz Al-Qur'an 30 Juz, penerima Sanad ke-29 dan Wakil Direktur Ma'had Abu Ubaidah bin Al-Jarrah Medan dan Fadhila Is,Lc,MTH yang juga penerima Sanad ke-34 dan koordinator Pusat Tahsin Al-Qur'an Abu Ubaidah menerangkan bahwa lewat workshop ini diharapkan peserta bisa mudah menerapkan dan memudahkan belajar ilmu tahsin.

    Kitab Tuhfatul Athfal sendiri merupakan kita yang berisikan 61 bait disusun oleh Syekh Sulaiman bin Husain bin Muhammad Al Jamzuri. Tuhfatul Athfal adalah salah satu metode pembelajaran Alqur`an yang banyak diterapkan dibeberapa lembaga ilmu dan pesantren. Tuhfatul Athfal adalah sebuah kitab yang memuat beberapa tema seputar ahkam tajwid. Kitab ini walaupun kecil tetapi memiliki manfaat yang besar.

    Sedangkan Matan Jazari, matan ini berisikan 109 bait yang berisi sebuah metode tahsin yang merujuk kepada seorang Imam Al-Quran, Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Yusuf Al-Jazari atau yang mashur di dunia Islam dengan sebutan Ibnu Al-Jazari. Beliau meringkas ilmu Ahkâm Al-Quran dengan bait-bait matan yang memuat tentang kaidah dari awal hingga akhir dengan riwayat Imam Hafs 'an Ashim rahimahumullâh. Kepada beliaulah dinisbatkan metode Ahkâm Al-Jazariyyah yang digunakan dan diakui oleh dunia Islam dalam kaitannya dengan masalah Ahkâm At-Tilâwah dari masanya hingga saat ini.

    Tujuan utama disusunnya kitab-kitab ini adalah agar masyarakat dapat membaca Al Quran dengan fasih {terang dan jelas} sesuai dengan apa yang diajarkan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam, serta dapat menjaga lisannya dari kesalahan kesalahan ketika membaca Al Quran serta hukum-hukum bacaan Al-Qur'an seperti tanwin dan nun sakinah, dan lain sebagainya. Workshop yang berlangsung selama 2 jam pada 17 Desember 2016 ini dihadiri 75 peserta yang merupakan santri Tahsin Al-Quran Ma'had Abu Ubaidah dan juga masyarakat umum tanpa dipungut biaya. Pusat Tahsin Ma'had Abu Ubaidah sendiri sudah membuka kelas tahsin sejak awal 2016 lalu, dan kini sudah memasuki gelombang kedua. Ada empat tingkatan kelas tahsin yang dibuka, mulai dari kelas pengenalan huruf hingga kelas talaqi.

Bagikan : Google Facebook Twitter


Posting Terbaru